Bacaan Firman
Bacalah Lukas 14:23-35 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.
Renungan Firman
“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” – Lukas 14:27
Ada pepatah ‘ada gula ada semut’. Istilah inilah yang mungkin cocok menggambarkan masa-masa di mana Tuhan Yesus melakukan safari pelayananNya. “Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya” (Lukas 14:25a). Di mana ada Yesus di situ pula ratusan atau ribuan orang berkerumun, datang dari segala penjuru ingin bertemu dengan Dia, mendengar ajaranNya, merasakan jamahanNya atau mungkin hanya sekedar ingin melihat sosok Pribadi yang luar biasa itu.
Ada berbagai alasan/motivasi orang datang dan mencari Yesus, di antaranya:
1. Mereka mengharapkan kesembuhan. Kuasa dan mujizat yang dinyatakan oleh Yesus selama pelayananNya semakin memotiviasi banyak orang yang lain untuk bertemu Dia, dengan harapan dapat mengalami mujizat itu pula.
2. Mereka mengharapkan makanan/berkat. Yesus pernah memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Mereka ingin sekali bertemu Yesus dengan satu tujuan supaya hidup mereka diberkati dan dipulihkan.
3. Mereka ingin mendengar ajaranNya. Sekian lama bangsa Israel merindukan figur seorang pemimpin sejati yang mampu membebaskan mereka dari penjajahn Romawi dan berharap Yesus mampu memulihkan keadaan di negerinya seperti dahulu.
Tuhan Yesus tidak bangga melihat banyak orang mengikutiNya. Kuantitas tidak penting bagiNya, kualitaslah yang utama. Maka dari itu dengan sangat tegas Yesus mengatakan, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Lukas 14:26). Untuk bisa disebut sebagai pengikutNya atau muridNya dibutuhkan suatu komitmen, tidak setengah-setengah, ada harga yang harus dibayar. Arti ‘membenci’ pada ayat di atas bukan harafiah, tetapi mengacu kepada prioritas. Mengikut Yesus berarti kita harus menjadikan Dia sebagai yang utama, lebih dari apa pun, bahkan lebih dari orang yang kita cintai sekalipun. Mengikut Yesus berarti siap dengan segala konsekuensinya! Ada penundukan diri total kepadaNya, serta berani mengucapkan selamat tinggal kepada ‘dunia’.
Menjadi pengikut Kristus berarti harus berani pikul salib setiap hari!
Praktek
Apa keputusan Anda hari ini setelah Anda mendengar suara Tuhan? Apa komitmen Anda untuk dilakukan?
Bacalah Lukas 14:23-35 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.
Renungan Firman
“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” – Lukas 14:27
Ada pepatah ‘ada gula ada semut’. Istilah inilah yang mungkin cocok menggambarkan masa-masa di mana Tuhan Yesus melakukan safari pelayananNya. “Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya” (Lukas 14:25a). Di mana ada Yesus di situ pula ratusan atau ribuan orang berkerumun, datang dari segala penjuru ingin bertemu dengan Dia, mendengar ajaranNya, merasakan jamahanNya atau mungkin hanya sekedar ingin melihat sosok Pribadi yang luar biasa itu.
Ada berbagai alasan/motivasi orang datang dan mencari Yesus, di antaranya:
1. Mereka mengharapkan kesembuhan. Kuasa dan mujizat yang dinyatakan oleh Yesus selama pelayananNya semakin memotiviasi banyak orang yang lain untuk bertemu Dia, dengan harapan dapat mengalami mujizat itu pula.
2. Mereka mengharapkan makanan/berkat. Yesus pernah memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Mereka ingin sekali bertemu Yesus dengan satu tujuan supaya hidup mereka diberkati dan dipulihkan.
3. Mereka ingin mendengar ajaranNya. Sekian lama bangsa Israel merindukan figur seorang pemimpin sejati yang mampu membebaskan mereka dari penjajahn Romawi dan berharap Yesus mampu memulihkan keadaan di negerinya seperti dahulu.
Tuhan Yesus tidak bangga melihat banyak orang mengikutiNya. Kuantitas tidak penting bagiNya, kualitaslah yang utama. Maka dari itu dengan sangat tegas Yesus mengatakan, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Lukas 14:26). Untuk bisa disebut sebagai pengikutNya atau muridNya dibutuhkan suatu komitmen, tidak setengah-setengah, ada harga yang harus dibayar. Arti ‘membenci’ pada ayat di atas bukan harafiah, tetapi mengacu kepada prioritas. Mengikut Yesus berarti kita harus menjadikan Dia sebagai yang utama, lebih dari apa pun, bahkan lebih dari orang yang kita cintai sekalipun. Mengikut Yesus berarti siap dengan segala konsekuensinya! Ada penundukan diri total kepadaNya, serta berani mengucapkan selamat tinggal kepada ‘dunia’.
Menjadi pengikut Kristus berarti harus berani pikul salib setiap hari!
Praktek
Apa keputusan Anda hari ini setelah Anda mendengar suara Tuhan? Apa komitmen Anda untuk dilakukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar